Rabu, 17 Februari 2010

TAhukah anda

PENGGUNAAN BAHAN PERUSAK OZON DI SEKTOR MILITER

Bahan perusak ozon atau BPO banyak digunakan di berbagai sektor usaha baik manufaktur maupun jasa servis. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa militer juga berpotensi untuk menggunakan BPO. Di kalangan militer, BPO banyak dipakai untuk peralatan pendingin, pemadam api dan perawatan peralatan-peralatan militer.
Selama ini informasi tentang program perlindungan lapisan ozon belum tersosialisasi dengan di kalangan militer, sehingga banyak pihak di militer yang tidak menyadari bahwa mereka juga turut berkontribusi terhadap perusakan lapisan ozon. Untuk itu, maka pada tanggal 21 Januari 2010, dengan bertempat di Gedung Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pertahanan diadakan suatu acara lokakarya bertajuk “Inventarisasi Penggunaan BPO Pada Kegiatan Militer”. Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 60 orang peserta yang mewakili Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Peserta Lokakarya "Inventarisasi Penggunaan BPO Pada Kegiatan Militer

Dalam sambutan pembukaannya, Ir. Sulistyowati, MM selaku Asisten Deputi Urusan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim, KLH, menyampaikan bahwa permasalahan lingkungan global perlu menjadi perhatian bersama, selain isu pemanasan global. Isu penting lainnya adalah penipisan lapisan ozon yang disebabkan oleh adanya penggunaan dan pelepasan BPO ke lingkungan atmosfir. Pemanasan global dan penipisan lapisan ozon merupakan dua masalah lingkungan yang berbeda namun berkaitan. Pemanasan global terjadi akibat akumulasi Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2, NO2 dan Metan di lapisan atmosfir bawah yaitu troposfir. Sedangkan penipisan lapisan ozon terjadi akibat kehadiran BPO yang merusak lapisan ozon di stratosfir.
Kehadiran BPO di atmosfir selain menyebabkan kerusakan lapisan ozon juga memberikan kontribusi terhadap pemanasan global, karena selain mempunyai nilai potensi merusak lapisan ozon (Ozone Depletion Potential atau ODP) BPO juga mempunyai nilai potensi pemanasan global (Global Warming Potential atau GWP) yang lebih besar dibandingkan dengan CO2. Oleh karena itu dengan menghapuskan penggunaan BPO dan mencegah pelepasan BPO ke atmosfir maka kerusakan lapisan ozon dapat dikendalikan sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya pengendalian pemanasan global.

Penyampaian Materi Tentang Program Perlindungan Lapisan Ozon

Hadir sebagai narasumber dalam lokakakarya tersebut adalah Prof. Dr. Nila F. Moeloek dengan topik tentang dampak penipisan lapisan ozon terhadap kesehatan. Selaku ahli dibidang kesehatan, terutama kesehatan beliau banyak memberikan informasi mengenai dampak dari “lubang ozon” yang dapat mempengaruhi meknisme kerja sel tubuh. Katarak mata merupakan penyakit yang sudah umum dikenal oleh masyarakat sebagai penyakit usia lanjut, namun banyak pula yang tidak mengerti bahwa paparan radiasi ultra violet yang tinggi juga dapat menyebabkan katarak mata. Adanya “lubang ozon” dapat meningkatkan radiasi ultra violet menjadi lebih tinggi dari biasanya.
Narasumber lain, Prof. Dr. Liliek Hendra Widjaja memaparkan mengenai akibat sinar kosmik terhadap kehidupan manusia, sedangkan Dr. Ari Dharmawan Pasek dari ITB memperkenalkan dasar ilmiah dari kerusakan lapisan ozon. Pada acara tersebut juga diperkenalkan jenis-jenis BPO dan produk yang mengandung BPO, serta bagaimana pengelolaan halon, salah satu jenis BPO yang sudah dilarang impornya sejak tahun 1998.
Salah satu hasil kesepakatan yang dicapai dalam lokakarya ini adalah kesiapan pihak militer untuk melakukan inventarisasi penggunaan BPO di peralatan pendingin, pemadam kebakaran dan kegiatan lain yang berpotensi masih menggunakan BPO seluruh angkatan. Sebagai koordinasi untuk kegiatan inventarisasi tersebut ditunjuk Balitbang Kementerian Pertahanan dan Keamanan, yang berada di bawah Kementerian Pertahanan.
PEMUTAHIRAN INFORMASI BAGI TIM TEKNIS PERLINDUNGAN LAPISAN OZON

Program perlindungan lapisan ozon merupakan program yang bersifat lintas sektor dan institusi. Perlu keterlibatan banyak pihak baik dari pemerintah maupun swasta untuk dapat membuat program ini berhasil dengan baik. Untuk itu dibentuklah Tim Teknis Perlindungan Lapisan Ozon yang disahkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam bentuk SK Menteri Negara LH No. 406 Tahun 2006.
Perkembangan informasi mengenai program perlindungan lapisan ozon selalu berkelanjutan, sebagai Tim yang mempunyai fungsi memberikan masukan teknis secara berkala kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup sebagai Focal Point maka perlu ada proses pemutahiran data dan informasi.
Mengawali tahun 2010 ini, pada tanggal 3 Pebruari 2010 dengan bertempat di Botany Square Bogor telah diadakan pertemuan Tim Teknis Perlindungan Lapisan Ozon. Pertemuan ini dihadiri oleh 35 orang anggota Tim Teknis dan staf KLH.
Pertemuan yang dibuka oleh Dra. Masnellyarti Hilman, Deputi MenLH Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan mengagendakan beberapa materi yang akan dibahas, antara lain evaluasi dari implementasi beberapa peraturan tentang bahan perusak ozon, pengawasan penggunaan metil bromida untuk kegiatan karantina dan pra pengapalan, dan agenda lainnya adalah penyampaian hasil Meeting of Parties (MOP) ke-21 yang diselenggarakan di Port Ghalib, Mesir, bulan Nopember 2009. Hal lain yang dibahas adalah mengenai status terkini persiapan implementasi percepatan penghapusan HCFC yang akan dimulai pada tahun 2013.


Ibu Deputi III menyampaikan pengarahan dan membuka pertemuan
Dalam sambutan pengarahannya yang sekaligus membuka acara pertemuan, Ibu Deputi menyampaikan keberhasilan Protokol Montreal sebagai perjanjian internasional di bidang lingkungan pertama yang telah diikuti oleh semua negara di dunia dan dapat menjadi contoh bagi implementasi perjanjian internasional lain dari sisi teknologi maupun mekanisme pendanaannya. Salah satu hal yang dapat menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program perlindungan lapisan ozon di Indonesia adalah adanya pengakuan dan ajakan kerjasama dari Kementerian LH Timor Leste yang melakukan kunjungan ke Kantor Menteri Negara LH di Jakarta pada pekan terakhir. Kesepakatan yang diambil salah satunya adalah kerjasama dalam peningkatan kapasitas bagi pemangku kepentingan di Timor Leste. Sebagai negara yang baru saja meratifikasi Konvensi Wina dan Protokol Montreal tentunya masih membutuhkan banyak bantuan untuk dapat mengimplementasikan program-program dalam upaya pemenuhan kewajibannya terhadap Protokol Montreal. Hal penting lain yang juga disampaikan adalah mengenai perlunya pengawasan yang lebih ketat dalam peredaran BPO, hal ini mengingat banyaknya refrigeran oplosan yang beredar. Dengan adanya UU No. 32, upaya2 yang dilakukan oleh importir BPO ilegal bisa terkena pasal pidana, walaupun belum mencemari lingkungan tetapi sudah mengarah ke sana.
Ibu Deputi juga menyampaikan perlunya kerjasama yang erat antara pemerintah, industri dan masyarakat. Masyarakat harus diedukasi agar melek terhadap produk yang ramah lingkungan dan manufaktur juga dididik agar mau memproduksi “green product”.
Dalam pertemuan tersebut juga dilaporkan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan program perlindungan lapisan ozon dan pengendalian bahan perusak ozon yang telah dilaksanakan selama tahun 2009. Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah adanya scheme Voluntary Carbon Credit sebagai salah satu solusi yang ditawarkan dalam upaya pengelolaan bahan perusak ozon bekas atau tidak terpakai melalui kegiatan destruksi yang selanjutnya diajukan sebagai Voluntary Carbon Credit kepada lembaga yang nantinya akan melakukan validasi sebelum mengeluarkan carbon credit. Program tersebut juga ada kaitannya dengan program mitigasi gas rumah kaca untuk membantu mengurangi pemanasan global. Salah satu peserta menyatakan bahwa pada awalnya scheme tersebut muncul di Amerika Serikat yang secara resmi belum meratifikasi Protokol Kyoto tetapi beberapa negara bagiannya sudah mengeluarkan kebijakan pembatasan emisi untuk mengendalikan pencemaran udara dan gas rumah kaca, salah satu contohnya adalah negara bagian California. Namun demikian biarpun voluntary bukan berarti tidak aturannya, untuk pelaksanaannya tetap harus mengikuti tata cara yang berlaku.
Dalam kaitannya dengan penghapusan HCFC, disampaikan pula perlunya keterlibatan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan penggunaan dan peredaran BPO, termasuk HCFC. Perlunya dibentuk Tim Pengawasan di tingkat daerah dengan melibatkan instansi terkait di daerah.


Dinas Pemadam Kebakaran Propinsi DKI Jakarta melaporkan tentang adanya perda yang mengatur tentang bahan pemadam kebakaran yang harus ramah lingkungan dan mendapat sertifikat lulus uji. Selain itu juga sudah dilakukan sertifikasi terhadap produk-produk pemadam kebakaran baik fixed system maupun portable.
Ada usulan dari anggota Tim Teknis untuk membentuk Clearing House dan bersifat online sehingga bisa dengan mudah diakses, dan apabila memungkinkan ada semacam networking online antar instansi
Evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan beberapa peraturan mengenai bahan perusak ozon menghasilkan beberapa poin penting, antara lain :
1. perlu adanya parameter atau indikator yang jelas untuk menggambarkan realisasi impor dan nantinya diperhitungkan sebagai kinerja importir yang dapat digunakan untuk pertimbangan dalam perpanjangan pengakuan sebagai Importir Terdaftar atau Importir Produsen
2. Perlu adanya mekanisme assesment yang lebih nyata dalam pemberian bantuan agar hasilnya dapat lebih terukur dan implementatif.
3. Dalam program pemberian bantuan peralatan, ada baiknya memberdayakan peralatan produksi dalam negeri
4. Sanksi untuk pelanggaran peraturan tersebut harus lebih tegas supaya masyarakat lebih pasti dan ada efek jera bagi pelaku pelanggarannya.
5. Untuk implementasi di daerah perlu ada pendataan dengan pedoman yang jelas
Terkait dengan implementasi pengawasan metil bromida, Badan Karantina Pertanian sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 37/Permentan/OT1407/2009 yang berisi pedoman bagi petugas karantina tumbuhan terhadap penggunaan metil bromida di lapangan dan juga pedoman untuk pihak ketiga dalam hal ini para pengusaha fumigasi/fumigator yang telah ditunjuk untuk melaksanakan fumigasi dengan metil bromida. Dalam peraturan tersebut juga diatur mengenai pembatasan penggunaan metil bromida terhadap kegiatan tertentu. Dalam penunjukan pihak ketiga atau fumigator juga mengacu pada hasil audit Badan Karantina Pertanian, serta mereka juga diwajibkan untuk memberikan laporan kepada institusi terkait.
Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan ringkasan keputusan-keputusan yang diambil dalam Meeting Of Parties ke 21 yang diselenggarakan di Port Ghalib, Mesir pada bulan Nopember 2009. Adapun poin-poin keputusan yang diambil dalam MOP21 tersebut antara lain :
1. Decision XXI/2: Environmentally sound management of banks of ozone depleting substances
2. Decision XXI/6: Global laboratory use exemption
3. Decision XXI/7: Management and reduction of remaining uses of halons
4. Decision XXI/8: Sources of carbon tetrachloride and opportunities for reductions
5. Decision XXI/9: HCFCs and environmentally sound alternatives
6. Decision XXI/10: Quarantine and pre-shipment uses of methyl bromide
7. Decision XXI/28: Evaluation of the financial mechanism
8. Decision XXI/32: Financial matters: Financial reports and budgets
Dalam upaya mempersiapkan program penghapusan HCFC yang dipercepat dari tahun 2040 menjadi 2030, Indonesia mendapatkan bantuan pendanaan untuk persiapan tersebut. Untuk mengawali rangkaian persiapan program penghapusan HCFC, pada bulan Pebruari 2009 telah diselenggaran sebuah lokakarya untuk mendapatkan masukan dari semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan program ini, baik dari pemerintah, industri manufaktur, importir, penyedia jasa, asosiasi, dan masyarakat pengguna.
National Program Manager untuk persiapan penghapusan HCFC menyampaikan mengenai skenario percepatan penghapusan HCFC untuk negara-negara artikel 5 dan adanya kecenderungan impor HCFC yang makin meningkat, dan untuk mendapatkan angka baseline yang akan menjadi dasar penghapusan saat ini sedang dilakukan survey untuk mendapatkan angka rata-rata konsumsi HCFC tahun 2009 dan 2010.
Survey tersebut dilakukan oleh Technical Working Group (TWG) yang terbentuk sebagai tindak lanjut nyata lokakarya tersebut. Ada empat TWG yang terbentuk yaitu TWG 1 untuk sektor AC, TWG 2 untuk sektor refrigerasi, TWG 3 untuk sektor foam dan TWG 4 untuk sektor pemadam api. Tugas TWG selain melakukan pendataan konsumsi HCFC juga mengidentifikasi kebutuhan serta menganalisis hasilnya di masing-masing sektor. Terkait dengan penghapusan HCFC, perlu ada tim teknis, tapi untuk efisiensi bisa menggunakan Tim Teknis yang sudah ada hanya ditambah tugasnya. Dalam menganalisa data hasil survey, perlu juga mempertimbangkan sumber data, mulai dari importir, distributor dan pengguna.
Hal lain yang dibahas adalah mengenai proyek percontohan destruksi BPO yang terkontaminasi atau tidak terpakai yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan di Bank Dunia. Selain destruksi, ada juga masukan mengenai dekomposisi yang bisa menghasilkan refrigeran baru, HFC.
Terkait dengan chiller, perlu adanya sosialisasi yang lebih luas lagi agar pemilik chiller dapat mengetahui program bantuan lunak untuk penggantian chiller dan dapat memanfaatkannya. Hasil survey yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa masih ada 300 chiller yang beroperasi di Indonesia yang masih menggunakan CFC.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat perlu adanya sistem insentif dan disinsentif. Hal itu bisa digunakan untuk program pengumpulan BPO bekas yang nantinya bisa juga dimasukkan ke dalam program Voluntary Carbon Credit.
Program re-capture metil bromida juga potensial untuk dijajaki pengembangannya di Indonesia, hal itu bisa membantu mengurangi kebutuhan dan impor metil bromida untuk karantina dan pra pengapalan. Implementing Agency yang menjadi partner pemerintah juga sebaiknya dapat mengakomodir kemungkinan untuk melakukan recapture ini.
Dalam kaitannya dengan substitusi HCFC-22, besar keinginan untuk menominasikan hidrokarbon sebagai pengganti HCFC-22, namun masih banyak pertanyaan mengenai hal ini, untuk itu perlu dibahas bersama antara TWG dengan Pertamina. Industri harus punya acceptance yang tinggi terhadap hidrokarbon ini. Mengingat potensi hidrokarbon besar karena diproduksi di dalam negeri sehingga dapat menghemat devisa negara.
Anggota Tim Teknis dari Ditjen Bea dan Cukai juga mempertanyakan mengenai tindak lanjut dari BPO hasil tegahan yang sudah dilakukan oleh DJBC. Sebaiknya dalam memberikan sanksi juga harus tegas, misalnya didestruksi supaya ada efek jera. Namun juga ada hal yang perlu diperhatikan, misalnya dari kasus Merak yang sudah P21 akan disidangkan, hakim dalam memberikan keputusan juga nantinya akan mempertimbangkan faktor ekonomi jadi ada kemungkinan hakim tidak akan setuju untuk destruksi, dan ada kemungkinan untuk di re-ekspor atau bahkan dilelang karena nilai ekonominya.
Terkait dengan isu perubahan iklim, suka tidak suka, mau tidak mau kita harus mempersiapkan sistem data yang terukur, terverifikasi dan akurat. Saat ini sudah ada sistem online rekomendasi dan registrasi yang bisa digunakan.

Cara mengurangi dampak polusi di dunia

Ditilik dari sudut pandang pembenihan gerakan nasional reboisasi hutan dan lahan di Indonesia dinilai masih kurang efektif, demikian 'benang merah' dari sebuah 'talkshow' yang bertajuk Talk Show National Meeting International Forestry Student Asosiation Indonesia (IFSA) 2005 yang dilakukan di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), seperti dilaporkan dari Bogor, Minggu.
"Pasalnya, sebagian besar benih yang beredar di Indonesia berasal dari pulau Jawa. Akibatnya terkadang terjadi ketidaksesuaian antara stuktur benih dengan lahan tempat penanamannya," kata Ir Yulianti Bramasto, MSC, peneliti Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan.
Ia menambahkan, penanaman di luar pulau Jawa menjadi kurang efektif, selain juga mengakibatkan terjadinya degradasi genetik benih.
Pembicara lain, Ir Nurhasybi, sejawatnya dari Litbang Kehutanan, mengungkapkan, sebagai solusi ketidaksesuaian tersebut, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu dengan membangun sumber benih yang baru di luar pulau Jawa, melakukan eksplorasi, dan mensukseskan pembentukan areal sumberdaya genetik yang seharusnya dimiliki oleh setiap pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH) minimal 100 ha.
"Selain juga melakukan kombinasi benih untuk memperoleh benih yang lebih unggul juga menggunakan pendekatan ekologi yang relatif mirip pada saat penanaman," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur IFSA Local Committee IPB, Galuh, juga mempresentasikan hasil partisipasi IFSA dalam forum kebijakan internasional.
Galuh berbagi pengalaman pada saat mengikuti United Nations Forum on Forest ke 5 di New York beberapa waktu lalu. National Meeting IFSA ini merupakan kegiatan tahunan dari IFSA Indonesia.
Sebelumnya IFSA juga melaksanakan lecture forum bertajuk Carbon Trading yang menghadirkan pembicara dosen IPB Ir Endes Nurfilmarasa Dachlan, MS.
Selain itu, juga menggelar English Debate dengan tema Illegal Logging dan melakukan kunjungan pendidikan ke Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).
Setelah talk show, peserta yang berasal dari mahasiswa IFSA LC IPB, IFSA LC Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta juga perwakilan mahasiswa Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur melakukan educational field trip ke Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) di Kabupaten Sukabumi milik IPB.
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan, ketua panitia, Anwar Sahab mengungkapkan, tahun ini IPB menjadi tuan rumah dari ajang silaturahim dan konsolidasi antar LC.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat terbina hubungan baik antar LC selain juga menjadi sarana peningkatan kualitas pengetahuan kita bersama," katanya
1. Change to Fluorescent Bulbs - If every house in the United States changed all of the light bulbs in their house, that would be equivalent to taking one million cars off the streets.
2. Don't Rinse - Skip rinsing your plates before putting them into the dishwasher. In average you will save 15 gallons of water per load. Plus, you will save time.
3. Hang Outside to Dry - Get a cloths line or rack to dry your cloths. Your cloths will last longer and you will save money
4. Turn off computers at night - don't just put them to sleep. You will save an average of 4 cents a day which ads up to $14.60 a year.
5. Use Both Sides of Paper - if you have a printer with a double sided print option use it. You will save half of the amount of paper you would have normally used.

Then when your done bring it to the recycle bin.
6. Get rid of baths - Don't take baths, take showers. You will in average save about half the amount of water that you would if you were taking a bath.
7. Don't get bottled water - Instead of bottled water get a reusable container to carry water. Also you can get a filter to make your home tap taste more like bottled water. It is definitely more cost efficient.
8. Turn the water off when you brush - Your parents have said this before, now I say it. You will save 4 gallons of water doing this alone.
9. Shorten your shower - Every minute you cut from your shower is roughly 5 gallons of water. The less time your shower takes, the lower your impact on the environment.
10. Recycle Glass - If you do not recycle this, it will take a million years to decompose.
11. Don't Pre-Heat the Oven - unless needed, just turn the oven on after you put the dish in it. Also, to see if it's finished just look through the glass instead of opening it.
12. Use Warm or Cold Setting on Washer - instead of the hot cycle use the warm or cold setting. This will save a lot of energy a year.
13. Turn Down your Thermostat - Every degree lower in the winter or higher in the summer you put it is a 10% decrease on your energy bill.
14. Turn off your lights - An easy one. Turn off your lights when you are not using them. The benefits are obvious.
15. Get rid of junk mail - There are many services that can help you get rid of junk mail. That will lead to a lot less trees being cut down to take up room in your mailbox.
16. Use Matches instead of lighters - Lighters are usually considered disposable so they will most likely end up in land fills. You can use the cardboard matches which are much more eco-friendly because they are made of recycled material.
17. Don't get a paper phone book - Instead of getting a paper phone book. Use a online directory instead.
18. Give things away - Take things that you are not going to wear or use and give it to a charity or someone who will use it.
19. Go to a car wash - Going to a car wash is a lot more water efficient then washing your car at home.
20. Stop paper bank statements - Why waste paper getting your bank statement mailed to you when you can just check it out online.
21. Buy Rechargeable Batteries - Even though it will take a good investment to buy these you will find yourself gaining it back in no time.
22. Pay your Bills Online - If every house in the US did this then we would save 18 million trees every year.
23. Get a reusable bag - You can't recycle plastic bags, instead get yourself a reusable bag so that you won't have to worry about carrying your necessities.
24. Do Errands in Bulk - Make a list of the things you have to do, and see if you can fit a couple of those things together in one ride.
25. Inflate your Tires - If your tires are inflated at all times your car will run more miles on less gas.
26. Wrap Presents Creatively - Without going out to get wrapping paper you can use newspaper, an old map, or anything else. It would look a whole lot more creative.
27. Plant a Tree - It's good for the air, can keep you cool, and can increase your property value.
28. Buy Local Produce - Consider how much energy it takes for produce from china or any other country to come here. If you have the option to buy local, do it.
29. Walk or Ride Your Bike When you can - If you have to go somewhere close consider riding your bike or walking there instead of your car. It's better on the environment and healthier.
Terjemahanya

1. Change to Fluorescent Bulbs - Jika setiap rumah di Amerika Serikat mengubah semua bola lampu di rumah mereka, yang akan setara dengan mengambil satu juta mobil dari jalanan.
2. Jangan Bilas - Skip mencuci piring Anda sebelum memasukkan mereka ke dalam mesin pencuci piring. Rata-rata Anda akan menghemat 15 galon air per beban. Plus, Anda akan menghemat waktu.
3. Luar Hang to Dry - Dapatkan sebuah kain baris atau rak untuk mengeringkan kain Anda. Kain anda akan bertahan lebih lama dan Anda akan menghemat uang
4. Matikan komputer di malam hari - jangan hanya menidurkan mereka. Anda akan menyimpan rata-rata 4 sen sehari iklan yang hingga $ 14,60 per tahun.
5. Sisi Kedua Penggunaan Kertas - jika Anda memiliki sebuah printer dengan dua pilihan cetak sisi menggunakannya. Anda akan menghemat setengah dari jumlah kertas yang Anda akan biasanya digunakan.

Kemudian ketika Anda selesai bawa ke recycle bin.
6. Singkirkan mandi - Jangan mengambil mandi, mandi. Anda akan menghemat rata-rata sekitar setengah jumlah air yang akan Anda jika Anda mandi.
7. Tidak mendapatkan air botolan - Alih-alih mendapatkan air botol dapat digunakan kembali wadah untuk membawa air. Juga anda bisa mendapatkan filter untuk membuat rumah Anda tekan rasa lebih seperti air kemasan. It is definately biaya lebih efisien.
8. Turn off air ketika Anda kuas - orangtua Anda telah mengatakan hal ini sebelumnya, sekarang aku mengatakannya. Anda akan menghemat 4 galon air melakukan hal ini sendirian.
9. Mempersingkat mandi - Setiap menit Anda dipotong dari mandi Anda adalah sekitar 5 galon air. Semakin sedikit waktu mandi Anda mengambil, semakin rendah dampak terhadap lingkungan.
10. Recycle Glass - Jika Anda tidak daur ulang ini, akan memakan waktu satu juta tahun untuk membusuk.
11. Jangan Pra-Panaskan Oven - kecuali jika diperlukan, hanya menghidupkan oven setelah Anda meletakkan hidangan di dalamnya. Juga, untuk melihat apakah itu selesai hanya melihat melalui kaca bukan membukanya.
12. Gunakan Setting hangat atau dingin pada Washer - alih-alih menggunakan siklus panas atau dingin yang hangat pengaturan. Ini akan menghemat banyak energi per tahun.
13. Turn Down Thermostat Anda - Setiap tingkat lebih rendah di musim dingin atau pada musim panas lebih tinggi anda menaruh itu adalah 10% penurunan tagihan energi Anda.
14. Matikan lampu - Sebuah mudah. Matikan lampu ketika Anda tidak menggunakannya. Manfaat yang jelas.
15. Singkirkan junk mail - Ada banyak layanan yang dapat membantu Anda membuang junk mail. Itu akan mengakibatkan jauh lebih sedikit pohon ditebang untuk mengambil ruang di kotak surat Anda.
16. Cocok bukannya menggunakan pemantik - Lighters biasanya dianggap sekali pakai sehingga mereka kemungkinan besar akan berakhir di tanah mengisi. Anda dapat menggunakan kardus pertandingan yang jauh lebih ramah lingkungan karena terbuat dari bahan daur ulang.
17. Jangan kertas buku telepon - Alih-alih mendapatkan kertas buku telepon. Gunakan direktori online sebagai gantinya.
18. Memberikan barang-barang - Ambillah hal-hal yang Anda tidak akan memakai atau menggunakan dan memberikannya kepada amal atau seseorang yang akan menggunakannya.
19. Pergi ke tempat cuci mobil - Pergi ke tempat cuci mobil jauh lebih efisien air kemudian mencuci mobil di rumah Anda.
20. Berhenti kertas laporan bank - Mengapa limbah kertas mendapatkan laporan bank Anda dikirimkan kepada Anda ketika Anda bisa saja check it out online.
21. Buy Rechargeable Batteries - Bahkan walaupun akan mengambil investasi yang bagus untuk membeli ini Anda akan menemukan diri Anda memperoleh kembali dalam waktu singkat.
22. Membayar Bills Online - Jika setiap rumah di Amerika Serikat melakukan hal ini maka kita akan menyelamatkan 18 juta pohon setiap tahun.
23. Dapatkan tas reusable - Anda tidak dapat mendaur ulang kantong plastik, alih-alih mendapatkan tas sendiri yang dapat digunakan kembali sehingga Anda tidak perlu khawatir membawa kebutuhan Anda.
24. Melakukan tugas di Massal - Membuat daftar hal-hal yang harus Anda lakukan, dan lihat apakah Anda dapat menyesuaikan beberapa hal-hal bersama dalam satu perjalanan.
25. Mengembang Tires Anda - Jika Anda meningkat ban setiap saat mobil Anda akan berjalan lebih mil kurang gas.
26. Wrap Presents Creatively - Tanpa keluar untuk mendapatkan kertas kado Anda dapat menggunakan surat kabar, peta tua, atau apa pun. Akan terlihat jauh lebih kreatif.
27. Plant a Tree - It's baik untuk udara, dapat membuat Anda sejuk, dan dapat meningkatkan nilai properti Anda.
28. Buy Local Produce - Pertimbangkan berapa banyak energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan dari cina atau negara lain datang ke sini. Jika Anda memiliki pilihan untuk membeli lokal, melakukannya.
29. Berjalan atau Ride Your Bike Ketika Anda dapat - Jika Anda harus pergi ke suatu tempat dekat mempertimbangkan naik sepeda atau berjalan di sana bukan mobil Anda. Lebih baik pada lingkungan dan sehat.


]
































In the movie, Wall Street, ruthless stockbroker Gordon Gekko preached the mantra “greed is good,” but today it’s “green is good,” as his yuppie lifestyle gets replaced by attempts to save money while saving the planet. Here are six easy ways to go green.
1. Move to a more walkable neighborhood
With gas prices topping $4 a gallon, living in a place where you can walk, bike, or take public transit can save you as much as $5,000 a year on gas (according to research by the Congress for New Urbanism) while at the same time reducing greenhouse emissions, slowing suburban sprawl, and kick-starting the local economy. To see how your neighborhood rates, visit WalkScore which recently ranked the 40 largest cities in the country on how close residents were to markets, cafes, restaurants, and shops.
2. Work from home
If you’re able to work at home you can help cut down on traffic congestion and the resulting pollutants released into the air. Since even public transportation costs money, even telecommuting one day a week can save you as much as $1500 a year and allow you to spend more quality time with your family.
3. Shop responsibly
At EcoPerks, each time you purchase a product from one of its 500 participating retailers, you earn points for yourself and your chosen environmental cause. Every dollar you spend is converted into a matching donation. You can also calculate your carbon footprint and purchase eco-friendly products and services from the site.
4. Think global, eat local
Buying your groceries at the local Farmer’s Market, instead of a national supermarket chain, keeps money in the local economy and in your pocket. By cutting out the middleman and buying directly from the farmers that grow your food, you’ll save money and be able to choose from a wider variety of incredibly fresh produce. Remember to bring your own reusable shopping bag (preferably one made of canvas, not paper or plastic).
5. Ban bottled water
Want great tasting, high quality water? Just turn on the tap. Most cities in the developed world have perfectly good water and if you are really worried you can always use a water filter to purify tap water. In fact, according to a four-year study conducted by the Natural Resources Defense Council (NRDC), one-third of bottled water tested contained levels of contamination. NRDC found that city tap water is subjected to much more rigorous testing and purity standards. Bottled water is one of the biggest scams going and not only are you paying for those plastic bottles, they are extremely harmful to the environment.
6. Recharge your batteries
A staggering half a billion batteries are purchased in the US each year and when they are done powering your personal electronics they go straight into landfills, releasing toxic chemicals into the environment. Switching from disposable to sustainable batteries, which cost a bit more upfront but can be used as much as 3,000 times, provides an incredible cost savings in the long run and can have up to 30 times less impact on the environment according to a study done earlier this year.
Terjemahannya gan:

Dalam film ini, Wall Street, kejam pialang saham Gordon Gekko berkhotbah mantra, Äúgreed bagus,, au tapi hari ini, AOS, Äúgreen yang baik,, au sebagai gaya hidup yuppie akan digantikan oleh usaha-usaha untuk menyimpan uang sambil menyelamatkan planet ini. Berikut enam cara yang mudah untuk pergi hijau.
1. Pindah ke lingkungan yang lebih walkable

Dengan harga gas topping $ 4 per galon, tinggal di sebuah tempat di mana Anda dapat berjalan, sepeda, atau mengambil angkutan umum dapat menghemat sebanyak $ 5,000 per tahun pada gas (menurut penelitian oleh Kongres untuk Urbanisme Baru), sementara pada saat yang sama mengurangi emisi gas rumah kaca, memperlambat pinggiran gepeng, dan menendang-memulai ekonomi lokal. Untuk melihat bagaimana tingkat lingkungan Anda, kunjungi WalkScore yang baru-baru ini menduduki peringkat 40 kota terbesar di negara itu pada seberapa dekat ke pasar penduduk, kafe, restoran, dan toko.
2. Work from home

Jika Anda, Äôre mampu bekerja di rumah Anda bisa membantu mengurangi kemacetan lalu lintas dan polutan yang dihasilkan dilepaskan ke udara. Karena bahkan biaya transportasi umum uang, bahkan telecommuting satu hari dalam seminggu Anda dapat menyimpan sebanyak $ 1.500 setahun dan memungkinkan Anda untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga Anda.
3. Shop bertanggung jawab

Pada EcoPerks, setiap kali Anda membeli produk dari salah satu pengecer yang berpartisipasi 500, Anda memperoleh poin untuk diri sendiri dan lingkungan Anda pilih penyebabnya. Setiap rupiah yang Anda keluarkan diubah menjadi sumbangan yang serasi. Anda juga dapat menghitung karbon dan membeli produk ramah lingkungan dan jasa dari situs.
4. Think global, makan lokal

Membeli barang belanjaan Anda di Petani setempat, AOS Pasar, alih-alih jaringan supermarket nasional, menyimpan uang dalam perekonomian setempat dan di saku Anda. Dengan memotong keluar dari perantara dan membeli langsung dari petani yang tumbuh makanan Anda, Anda, Äôll menghemat uang dan dapat memilih dari beragam luas sangat segar. Ingat untuk membawa tas belanja reusable sendiri (lebih baik yang terbuat dari kanvas, bukan kertas atau plastik).
5. Ban air botol

Ingin mencicipi besar, kualitas tinggi air? Hanya menyalakan keran. Kebanyakan kota-kota di negara maju memiliki air bagus dan jika Anda benar-benar khawatir Anda dapat selalu menggunakan filter air untuk memurnikan air keran. Bahkan, menurut empat tahun studi yang dilakukan oleh Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam (NRDC), sepertiga air botolan yang terkandung diuji tingkat kontaminasi. NRDC menemukan bahwa air keran kota terkena jauh lebih ketat pengujian dan standar kemurnian. Botol air adalah salah satu penipuan terbesar terjadi dan bukan saja Anda membayar untuk botol plastik tersebut, mereka sangat berbahaya bagi lingkungan.
6. Isi ulang baterai

Sebuah mengejutkan setengah milyar baterai dibeli di AS setiap tahun dan ketika mereka selesai menyalakan elektronik pribadi Anda, mereka langsung masuk ke tempat pembuangan sampah, melepaskan bahan kimia beracun ke lingkungan. Beralih dari baterai sekali pakai yang berkelanjutan, biaya yang sedikit lebih muka tetapi dapat digunakan sebanyak 3.000 kali, memberikan penghematan biaya yang luar biasa dalam jangka panjang dan dapat memiliki hingga 30 kali lebih sedikit dampak terhadap lingkungan menurut sebuah penelitian yang dilakukan sebelumnya tahun ini.